Bersumpah Melarang Penyembelihan Unggas di Pasar, Apa Alasan China?

Home / Berita / China Bersumpah Melarang Penyembelihan Unggas di Pasar, Apa Alasannya?
China Bersumpah Melarang Penyembelihan Unggas di Pasar, Apa Alasannya? Virus ini diyakini telah muncul di pasar yang menjual hewan hidup di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu (FOTO: Reuters)

TIMESBOJONEGORO, CHINAChina bersumpah secara bertahap akan melarang penyembelihan dan penjualan ungggas di pasar-pasar makanan untuk merespon aktivis hak-hak hewan di tengah pandemi Covid-19.

CNA melansir, Pejabat Administrasi Negara Peraturan Pasar di Beijing, Chen Xu mengatakan kepada wartawan, Jumat (3/7/2020), China akan membatasi perdagangan dan penyembelihan unggas hidup, serta mendorong penyembelihan massal unggas hidup di tempat-tempat dengan kondisi tertentu.

Selain itu, China secara bertahap akan menutup pasar unggas hidup. Pengumuman itu dikemukakan setelah China meningkatkan inspeksinya ke pasar makanan grosir.

China juga melarang penjualan dan konsumsi satwa liar, setelah baru-baru ini melacak wabah Covid-19 di Beijing ke pasar grosir pertanian besar. Virus itu diyakini telah muncul di pasar yang menjual hewan hidup di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu.

Unggas hidup yang dipelihara di kandang merupakan pemandangan umum di pasar makanan grosir pertanian dan pasar basah, serta pasar makanan segar skala kecil di seluruh China.

Unggas secara tradisional disembelih di tempat oleh pemilik toko, dan pembeli bisa memilih hewan yang disembelih itu untuk konsumsi di rumah.

Chen mendesak pemerintah daerah di seluruh China untuk memperkuat pengawasannya terhadap keamanan pangan di pasar grosir pertanian" serta 'menyelidiki risiko keselamatan tersembunyi' dengan mengambil contoh hotspot virus pasar Xinfa di Beijing.

"Perlu diketahui bahwa lebih dari 70 persen daging, unggas, makanan laut, buah dan sayuran memasuki pasar melalui pasar pertanian grosir," katanya.

Seorang pejabat dari Kementerian Perdagangan China dalam kesempatan itu juga mengadatakan ada lebih dari 4.100 pasar grosir nasional. Pengumuman itu disambut baik oleh kelompok-kelompok hak hewan.

"Kami senang melihat bahwa pasar unggas hidup sedang dalam perjalanan ke Cina," kata Wakil Presiden Senior PETA Asia. Jason Baker.

"PETA berharap Administrasi Negara untuk Pengawasan dan Administrasi Pasar terus memperluas sayap mereka dan melarang semua pasar hewan hidup secara nasional," ujarnya menyikapi keputusan otoritas China tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com